Tapa Mahameru mengernyitkan dahi. Ia seperti membaca catatan hariannya. Selama ini ia hanya tahu Sally Nara sedang menggarap sebuah novel, tapi tak pernah tahu kalau kisah yang disajikan adalah sebuah kisah yang menceritakan kehidupan mereka. Perhatiannya benar-benar tertumpah pada layar laptop itu sampai tak menyadari kehadiran sesosok tubuh yang telah berdiri di belakangnya.
“Kebiasaanmu membuka file-file orang lain tak bisa hilang, ya?”
Sebuah suara mengejutkannya. Ia melihat sekilas ke belakang lalu kembali fokus pada layar laptop.
“Aku tak pernah membuka file orang,” protes Mahameru. (lagi…)
Peristiwa di bawah pohon mahoni mengubah jalan hidupnya. Di antara pencapaian yang telah diraih, ada satu hal yang masih diimpikan: memiliki sepeda motor. 